Pergantian Menteri Keuangan biasanya membuat investor bertanya-tanya tentang arah ekonomi dan kebijakan pemerintah. Namun, situasi berbeda terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara.
Alih-alih terus tertekan, pasar saham Indonesia justru menunjukkan pergerakan yang menarik. IHSG sempat jatuh hingga sekitar 2% pada perdagangan 14 September 2026, tetapi kemudian memangkas penurunan setelah Suahasil resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Pada akhir perdagangan, IHSG berada di level 6.534,69 atau turun tipis 0,10%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar tidak sepenuhnya melihat pergantian Purbaya sebagai kabar buruk.
Lantas, kenapa saham malah bisa menguat setelah reshuffle kabinet?
Pasar Melihat Sosok Suahasil sebagai Penentu
Salah satu alasan utama datang dari sosok pengganti Purbaya, yaitu Suahasil Nazara.
Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal.
Latar belakang tersebut membuat investor memiliki gambaran mengenai arah kebijakan yang mungkin muncul setelah pergantian menteri.
Reuters melaporkan bahwa sejumlah pelaku pasar melihat Suahasil sebagai sosok teknokrat yang dapat membantu meningkatkan kembali kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.
Artinya, investor tidak hanya melihat siapa yang keluar dari kabinet. Pasar juga memperhatikan siapa yang masuk dan kebijakan apa yang kemungkinan akan diterapkan.
Saham Bank Justru Menguat
Salah satu hal yang menarik setelah pergantian Menteri Keuangan terjadi pada sektor perbankan.
Sejumlah saham bank besar justru menguat pada akhir perdagangan 14 September. BBRI naik sekitar 3,97%, BBNI naik 3,21%, BBCA menguat 2,76%, sedangkan BMRI naik 1,83%.
Penguatan saham perbankan tersebut membantu menahan tekanan terhadap IHSG.
Kondisi ini menunjukkan bahwa respons investor cukup beragam. Ada saham yang tetap tertekan, tetapi beberapa saham dengan kapitalisasi besar mampu mencatat kenaikan.
Karena itu, tidak tepat jika pergantian menteri langsung dianggap sebagai sinyal bahwa seluruh saham akan turun.
Kenapa Investor Tidak Langsung Kabur?
Pasar saham bergerak berdasarkan ekspektasi. Investor biasanya tidak hanya melihat peristiwa yang terjadi hari ini, tetapi juga memperkirakan dampaknya terhadap ekonomi dalam beberapa bulan atau tahun ke depan.
Dalam kasus pergantian Purbaya, investor melihat beberapa kemungkinan.
Pertama, Suahasil sudah memahami mekanisme kerja Kementerian Keuangan. Proses transisi pun berpotensi berjalan lebih cepat karena ia sebelumnya berada di dalam kementerian.
Kedua, Suahasil membawa pesan mengenai pentingnya menjaga disiplin fiskal. Ia menegaskan komitmen untuk menjaga kredibilitas APBN dan mempertahankan defisit anggaran di bawah batas 3% terhadap PDB.
Pesan tersebut dapat memberikan sedikit ketenangan bagi investor yang selama ini memperhatikan kondisi fiskal Indonesia.
Reshuffle Tidak Selalu Berarti Ekonomi Memburuk
Banyak orang menganggap reshuffle kabinet sebagai tanda bahwa kondisi pemerintahan sedang bermasalah. Anggapan tersebut tidak selalu benar.
Presiden dapat melakukan pergantian menteri untuk menyesuaikan tim dengan target dan strategi pemerintah.
Dari sudut pandang pasar, hal yang lebih penting adalah arah kebijakan setelah pergantian tersebut.
Jika menteri baru mampu memberikan kepastian mengenai APBN, menjaga disiplin fiskal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pasar, investor bisa merespons positif.
Sebaliknya, jika kebijakan baru justru menimbulkan ketidakpastian, tekanan terhadap pasar dapat kembali muncul.
IHSG Sempat Jatuh Sebelum Berbalik
Pergerakan IHSG pada 14 September juga menunjukkan bahwa pasar sebenarnya sempat memberikan respons negatif.
IHSG sempat menyentuh sekitar 6.371 pada perdagangan siang sebelum akhirnya berbalik dan memangkas sebagian besar koreksi. Setelah pelantikan Suahasil, indeks bahkan sempat kembali ke level sekitar 6.546.
Jadi, anggapan bahwa saham langsung naik sejak awal setelah Purbaya diganti juga kurang tepat.
Pasar sempat tertekan. Namun, setelah investor mengetahui siapa penggantinya dan melihat arah awal kebijakan Suahasil, tekanan tersebut mulai mereda.
Pada perdagangan 15 September, IHSG kembali bergerak dua arah. Indeks sempat naik ke 6.544,77 sebelum kembali melemah tipis.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor masih menunggu perkembangan berikutnya.
Investor Masih Menunggu Kebijakan Suahasil
Penguatan saham setelah pergantian Menteri Keuangan tidak berarti pasar sudah sepenuhnya yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia.
Investor masih akan melihat langkah Suahasil dalam mengelola APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah, utang, subsidi, dan berbagai program prioritas.
Pasar juga membutuhkan kepastian mengenai bagaimana pemerintah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan anggaran.
Karena itu, reaksi positif pada saham perbankan dan membaiknya IHSG setelah pelantikan Suahasil sebaiknya tidak dianggap sebagai tanda bahwa semua masalah ekonomi sudah selesai.
Justru, pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar sedang mencoba membaca arah baru kebijakan pemerintah.
Jadi, Kenapa Saham Malah Naik?
Jawabannya bukan karena reshuffle kabinet selalu berdampak positif bagi saham. Pasar merespons kombinasi antara pergantian pejabat, sosok pengganti, ekspektasi kebijakan, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Dalam kasus Purbaya, investor melihat Suahasil sebagai figur yang sudah berpengalaman di Kementerian Keuangan dan memiliki pendekatan teknokratis. Komitmennya terhadap disiplin fiskal juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu meredakan kekhawatiran pasar.
Namun, arah IHSG berikutnya masih bergantung pada kebijakan nyata pemerintah.
Jadi, Purbaya diganti tidak otomatis membuat saham jatuh. Pasar justru bisa memberikan respons positif apabila pergantian tersebut dianggap mampu mengurangi ketidakpastian dan memperkuat kepercayaan investor.
Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan akan menjadi ujian berikutnya untuk melihat apakah respons positif tersebut hanya bersifat sementara atau menjadi awal dari sentimen pasar yang lebih stabil.
Baca juga: Purbaya Diganti Suahasil Nazara, Kenapa Prabowo Reshuffle Menteri Keuangan?

