Belakangan ini, fibremaxxing mulai ramai di media sosial. Tren ini mendorong seseorang untuk meningkatkan konsumsi serat sebanyak mungkin melalui buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan makanan berbahan tumbuhan lainnya.
Tren tersebut muncul ketika semakin banyak orang memperhatikan kesehatan pencernaan dan mikrobioma usus. Beberapa konten bahkan menunjukkan berbagai cara untuk memasukkan chia seed, kacang-kacangan, oatmeal, atau psyllium ke dalam makanan sehari-hari.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah semakin banyak serat selalu berarti semakin sehat?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Serat memang penting bagi tubuh, tetapi cara meningkatkan asupan dan jumlah yang dikonsumsi juga perlu mendapat perhatian.
Apa Itu Fibremaxxing?
Fibremaxxing merupakan istilah yang muncul dari tren media sosial untuk menggambarkan kebiasaan meningkatkan konsumsi serat secara sengaja. Pelakunya biasanya memilih makanan tinggi serat dan berusaha memenuhi target tertentu setiap hari.
Makanan yang sering muncul dalam tren ini antara lain buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, chia seed, dan berbagai jenis polong-polongan. Sebagian orang juga menggunakan produk tambahan serat untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya.
Pada dasarnya, konsep meningkatkan konsumsi serat bukan sesuatu yang baru. Serat memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Yang perlu diperhatikan justru kecenderungan untuk menganggap bahwa semakin tinggi jumlahnya, semakin baik hasilnya.
Mengapa Tubuh Membutuhkan Serat?
Serat membantu menjaga fungsi sistem pencernaan. Jenis serat tertentu dapat membantu melunakkan tinja, sementara jenis lainnya menambah volume tinja sehingga lebih mudah melewati saluran pencernaan.
Serat juga dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Karena itu, makanan tinggi serat sering masuk dalam pola makan yang mendukung pengaturan berat badan.
Selain pencernaan, asupan serat juga berkaitan dengan kesehatan metabolik dan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa jenis serat yang berbeda dapat memberikan efek yang berbeda pula terhadap tubuh dan mikrobioma usus.
Artinya, manfaat serat tidak hanya bergantung pada jumlah. Jenis dan sumber serat juga ikut berperan.
Berapa Banyak Serat yang Dibutuhkan?
Kebutuhan serat setiap orang bisa berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, kebutuhan energi, dan kondisi kesehatan.
Sebagai gambaran, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyebut orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 22–34 gram serat per hari, tergantung usia dan jenis kelamin.
Angka tersebut tidak berarti seseorang harus langsung mengejar jumlah tinggi dalam waktu singkat.
Jika sebelumnya seseorang jarang makan sayur, buah, atau biji-bijian, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi ketika asupan serat meningkat.
Karena itu, mengejar angka tinggi secara tiba-tiba bukan cara yang tepat untuk mengikuti fibremaxxing.
Terlalu Banyak Serat Bisa Membuat Perut Tidak Nyaman
Serat memang baik, tetapi peningkatan jumlah yang terlalu cepat dapat memicu masalah pencernaan.
Beberapa orang bisa mengalami perut kembung, banyak gas, kram, atau perubahan pola buang air besar. Kondisi tersebut sering muncul ketika seseorang langsung meningkatkan asupan serat dalam jumlah besar.
Misalnya, seseorang yang sebelumnya hampir tidak pernah mengonsumsi kacang-kacangan tiba-tiba memasukkan kacang, chia seed, oatmeal, buah, dan sayuran dalam jumlah besar ke setiap menu.
Tubuh mungkin belum terbiasa menghadapi perubahan tersebut.
Karena itu, pendekatan bertahap jauh lebih masuk akal daripada memaksakan target serat dalam waktu singkat.
Air Juga Penting Saat Menambah Serat
Satu hal yang sering terlupakan dalam tren fibremaxxing adalah asupan cairan.
Serat membutuhkan cukup cairan agar dapat bekerja dengan baik dalam sistem pencernaan. NIDDK juga menyarankan peningkatan serat secara bertahap dan konsumsi cairan yang cukup.
Jika seseorang menambah serat secara drastis tetapi tidak memperhatikan kebutuhan cairan, perubahan pola buang air besar bisa terasa tidak nyaman.
Karena itu, jangan hanya menghitung berapa gram serat yang masuk ke tubuh. Perhatikan juga pola makan dan minum secara keseluruhan.
Lebih Baik dari Makanan Alami atau Suplemen?
Tren fibremaxxing juga membuat berbagai produk tinggi serat semakin menarik perhatian. Mulai dari minuman, makanan ringan, hingga suplemen serat dapat membantu seseorang meningkatkan asupan.
Namun, bukan berarti seseorang harus mengandalkan produk tambahan.
Buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serealia utuh menyediakan serat sekaligus berbagai zat gizi lain. Sumber makanan yang beragam juga membantu tubuh memperoleh jenis serat yang berbeda.
Penelitian dari NIH menunjukkan bahwa berbagai jenis serat dapat memberikan efek berbeda terhadap mikrobioma dan sejumlah penanda kesehatan.
Karena itu, variasi makanan lebih penting daripada sekadar mengejar angka serat setinggi mungkin.
Siapa yang Perlu Lebih Berhati-hati?
Orang dengan kondisi pencernaan tertentu mungkin membutuhkan pendekatan yang berbeda. Misalnya, seseorang yang mengalami irritable bowel syndrome atau IBS bisa mengalami lebih banyak gas dan kembung ketika meningkatkan serat terlalu cepat.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan setiap orang tidak bisa disamakan.
Jika seseorang memiliki gangguan pencernaan, sedang menjalani diet khusus, atau ingin menggunakan suplemen serat dalam jumlah tinggi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.
Langkah tersebut membantu seseorang menyesuaikan jenis dan jumlah serat dengan kondisi tubuhnya.
Cara Mengikuti Fibremaxxing dengan Lebih Bijak
Tidak perlu mengubah seluruh pola makan hanya karena sebuah tren sedang ramai. Cara sederhana justru bisa membantu tubuh beradaptasi.
Mulailah dengan menambahkan satu porsi buah atau sayuran ke dalam menu harian. Pilih roti atau sereal dari biji-bijian utuh ketika sesuai dengan pola makan. Kacang-kacangan dan biji-bijian juga bisa menjadi tambahan dalam menu.
Setelah tubuh terbiasa, jumlahnya bisa meningkat secara perlahan.
Yang terpenting, jangan menjadikan fibremaxxing sebagai perlombaan untuk mendapatkan angka serat tertinggi.
Serat memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun, pola makan sehat tetap membutuhkan keseimbangan antara serat, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, cairan, dan kebutuhan energi.
Fibremaxxing bisa menjadi pengingat bahwa banyak orang masih perlu memperhatikan asupan serat. Namun, lebih banyak tidak otomatis lebih sehat. Tubuh membutuhkan jumlah yang sesuai, sumber makanan yang beragam, peningkatan secara bertahap, dan pola makan yang seimbang.

